Toh sebagai seorang sarjana yang memasuki dunia wirausaha, setidaknya kamu punya banyak bekal yang bisa digunakan

 

             Bagi kamu yang telah lulus dari perguruan tinggi, sedang berusaha mencari pekerjaan namun belum kunjung menemukan, tenanglah. Di cuplik dari situs linkedin, pengangguran yang berasal dari kalangan lulusan perguruan tinggi mencapai angka 400.000 orang (artikel tersebut di tulis tahun 2015). Lalu, apa sih sebenarnya yang bisa dilakukan jika kamu adalah seorang sarjana dan (masih) menganggur?

Sebelum masuk lebih jauh, ada satu hal yang harus kita setujui bersama; mencari pekerjaan hari ini tidak semudah membuat caption Instagram. Jumlah lapangan kerja dibandingkan para pencari kerja tidaklah seimbang. Sementara, persebaran jumlah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan sendiri juga tidak merata. Lihat saja bagaimana para pemuda di kota-kota non-industri harus merantau jauh demi bekerja dan membangun masa depan mereka. Walaupun demikian, hal itu tentu tidak selamanya menjadi halangan. Manusia (termasuk para sarjana) dibekali dengan otak dan daya kreativitas yang paling baik dibandingkan mahkluk hidup lainnya. Dua  hal itulah yang menurut penulis adalah kunci dari tema tulisan kali ini.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan jika masih menganggur adalah memperluas usahamu dalam mencari pekerjaan. Penulis banyak menemukan oknum sarjana pengangguran yang seakan-akan hanya terpaku pada satu bidang pekerjaan tertentu saja. “Pokoknya, aku maunya jadi guru. Kalau gak guru, aku gak mau,” kurang lebih demikian ungkapannya. Ayolah, kamu harus sadar bahwa kamu hidup di dunia yang luas dengan begitu banyak potensi yang kamu punya. Kenapa sih harus membatasi diri dengan begitu sempit? Atau kamu mau jadi katak sarjana dalam tempurung?

Tentang potensi, inilah yang masih jarang dilakukan para sarjana ketika mereka masih menganggur. Sebenarnya apa sih salahnya melakukan sesuatu hal yang pada akhirnya tetap menghasilkan uang selepas lulus kuliah? Toh tujuan dari bekerja adalah untuk menghasilkan uang. Sambil menunggu kamu mendapatkan pekerjaan tetap, apa salahnya mencoba menjadi freelancer atau memulai bisnis skala kecil? Tentu tidak ada jika gengsi bisa kamu kesampingkan. Ini tentu bukan hanya masalah mencari uang semata namun juga sebagai pengisi waktu luang supaya tidak gabut serta sebagai cara mencari pengalaman.

Sebagai contoh nih ya, kamu yang  seorang sarjana keguruan bisa mulai buka jasa les privat sambil menunggu pembukaan CPNS gelombang selanjutnya. Kamu yang sarjana pertanian bisa memulai usaha dengan memanfaatkan sawah atau ladang milik keluargamu. Kamu mungkin masih menganggap remeh pekerjaan-pekerjaan demikian dari segi gaji dan persaingan bisnis. Apa yang harus kamu lakukan? Ya gunakanlah kemampuanmu sebagai sarjana untuk membuat usahamu lebih unik, menarik, dan prospektif dibandingkan usaha sejenis lainnya.

Hal lain yang juga mempengaruhi adalah pola pikir para generasi tua disekitar kita. Penulis merasa banyak dari mereka yang menganggap seorang sarjana harus bekerja sebagai pegawai, PNS, atau apapun itu yang membuat tampak sedang ‘bekerja’ formal. Kamu tentu sering menemukan anggapan demikian. Jika kamu masih memikirkan hingga pusing atas pendapat di atas, maka kamu perlu sadar satu hal lain. Generasimu dengan generasi orang-orang tua itu sungguh berbeda. Mereka hidup di zaman ketika gelar sarjana adalah sebuah kemewahan dan belum banyak orang yang bisa meraihnya. Sementara hari ini gelar sarjana adalah sesuatu yang biasa-biasa saja dan banyak biyanget yang punya.

Sambil menunggu kamu dapat pekerjaan yang sesuai, atau sambil menunggu kamu mendapatkan panggilan interview, tentu tidak ada salahnya mencoba berbagai hal lain untuk bertahan hidup. Gaes, sekarang sudah saatnya pola pikir tentang pekerjaan di ubah. Kalau memang alasan untuk bekerja adalah uang, yakin nih kamu tidak mau mencoba pekerjaan lain di luar dunia formal? Kamu toh tahu sendiri banyak orang yang bisa mendapat pemasukan jutaan rupiah per bulan dengan bekerja hanya dari rumah? Iya, jutaan rupiah tanpa harus berhadapan dengan bos yang galak atau peraturan kantor yang menyebalkan itu.

Ketika hari ini banyak orang secara tidak sadar terjebak dalam pola hidup konsumtif, tentu itu sebuah keuntungan bagi kamu yang memutuskan masuk ke dunia produksi. Kamu bisa menjual aneka macam produk kepada para konsumen-konsumen itu. Ini tentu hanya sebuah teori, tetapi ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan banyak orang dalam memulai bisnis skala kecil. Toh sebagai seorang sarjana yang memasuki dunia wirausaha, setidaknya kamu punya banyak bekal yang bisa digunakan. Terutama sekali adalah kemampuan analisa, relasi pertemanan, dan penguasaan media teknologi. Lupakan hal ini jika kamu merasa tidak bisa menganalisa sesuatu dan dulu hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang).

Memulai usaha atau bisnis, walaupun tidak menjadi keinginanmu, setidaknya bisa menyelamatkanmu dari kegabutan menganggur. Besok, ketika kamu sudah mendapatkan pekerjaan idamanmu ya tinggal di gulung tikar bisnismu itu. Atau, jika ternyata bisnismu bisa berkembang dan mendatangkan pemasukan yang tinggi itu artinya kamu telah sukses menjadi wirausaha.

Satu hal terakhir, hidup ini sebenarnya sederhana kok. Yang membuatnya tidak se-sederhana itu adalah gengsi, gaya hidup, pola pikir, dan keharusan meng-upload feed baru setiap hari di instagram dengan berbagai foto yang ootd. Hehehe.

Bagikan

One thought on “Ketika Seorang Sarjana Menganggur, Harus Bagaimana?

Leave a Reply